Matematika terkadang menjadi suatu momok bagi banyak orang. Bahkan,
beberapa orang sudah mengatakan mengerjakan matematika sungguh
menderita. Tetapi tanpa dipungkiri, setiap bagian dalam hidup kita
menggunakan matematika. Tak heran matematika disebut sebagai ibu dari
segala ilmu.
Mungkin kalau ditelusuri, kenapa ya orang jadi tidak menyukai
matematika? Survey membuktikan bahwa sebagian besar tidak suka karena
cara penyampaian yang dialaminya saat kecil. Akibatnya rasa tidak suka
itu berkembang sampai besar. Oleh sebab itu, penting sekali pengenalan
matematika dari anak-anak sedini mungkin, walaupun mungkin orang tuanya
tidak menyukai matematika.
Sebetulnya, apakah matematika itu hanya berhubungan dengan angka? Kalau
saja demikian, mungkin tidak ada serunya belajar matematika dan bahkan
semua anak jurusan matematika lulus dalam waktu dua tahun. Matematika
bukan hanya angka loh. Tetapi juga melatih kemampuan logika. Nah, apa
saja sih yang harus diajarkan untuk preschool? Saya sempat membuat point-point yang
harus dicapai oleh anak-anak saat dia preschool, sebagai acuan saat
saya mengajar anak-anak waktu umur 3 tahun. Apakah semua harus dicapai
saat anak umur 3 tahun? Tentu saja tidak. Secara umum, anak umur 3 tahun
harus mampu melakukan hal-hal berikut.
- Dapat mengelompokkan benda berdasarkan warna
- Dapat mengelompokkan benda berdasarkan bentuk
- Dapat mengelompokkan benda berdasarkan ukuran
- Dapat mengelompokkan benda berdasarkan jenis
- Dapat menunjuk sebanyak-banyaknya benda, hewan, tanaman yang mempunyai
warna, bentuk atau ukuran atau menurut ciri-ciri tertentu
- Dapat membilang atau menyebut urutan bilangan minimal dari 1-10
- Dapat membilang dengan menunjuk benda (mengenal konsep bilangan dengan benda-benda sampai 5)
- Mengenal konsep mengenai kuantitas dan dapat menunjukkannya pada 2
kumpulan benda (banyak-sedikit, lebih-kurang, dan sama-tidak sama)
- Dapat mengelompokkan bentuk-bentuk geometri (lingkaran, segi empat, dan segitiga)
- Dapat menyebutkan kembali benda-benda yang menunjukkan bentuk-bentuk geometri
- Dapat mengerjakan maze ( mencari jejak) yang sederhana
- Dapat menyusun kepingan puzzle menjadi bentuk utuh (4-6 keping)
- Dapat memasang benda sesuai dengan pasangannya
- Dapat membedakan konsep kasar-halus melalui panca indera
- Dapat memecahkan masalah sederhana
- Dapat menyebutkan konsep urutan dan posisi
(depan,belakang, tengah, atas, bawah, luar, dalam, pertama, terakhir,
diantara, keluar, masuk, naik, turun, maju, mundur, dan sebagainya)
- Dapat membedakan konsep panjang-pendek, jauh dekat.
- Dapat mengukur dengan satuan tak baku (langkah, jengkal, blocks,dan lain-lain)
- Dapat membedakan konsep bobot (berat, ringan, gemuk, dan kurus)
- Dapat membedakan konsep opposit, seperti besar/kecil, cepat/lambat, tinggi/rendah
- Dapat memperkirakan urutan dalam suatu pattern
Kurang lebihnya dapat disesuaikan sendiri dengan anak-anak kita. Seperti
misalnya, jika anak kita sudah bisa menghitung sampai 20 saat dia umur 2
tahun, maka mungkin kita boleh mengembangkan sampai 30 atau kita
mantapkan dulu konsep si anak tentang angka tersebut. Nah, dengan begitu
banyak kemampuan yang harus dicapai, apakah itu akan membebani si anak?
Menurut saya tidak jika disampaikan dengan cara bermain. Lagipula
kemampuan diatas pun merupakan kemampuan umum yang harus dicapai oleh
setiap anak.
Lalu bagaimana cara untuk membuat matematika begitu menyenangkan?
Berikut beberapa cara yang pernah saya terapkan dan pengembangannya,
yang mungkin bisa juga membuat anak-anak menjadi tahu dan mengerti
melalui permainan.
1. Membandingkan dua benda
Membandingkan dua benda di sini bermaksud memberikan anak dua benda yang
berlawanan. Dengan demikian, mereka dapat belajar untuk menggunakan
logika mereka. Tanpa sadar, mereka juga belajar mengenai tekstur,
jumlah, dan juga kata. Misal, berikan kepada anak penggaris ukuran 15 cm
dan 30 cm. Mereka dapat belajar mengenai panjang pendek. Selain itu,
bisa juga membandingkan jumlah untuk mengetahui mana yang banyak dan
mana yang sedikit.
2. Mengenal pattern dengan jepitan baju
Salah satu aktivitas yang dilakukan anak-anak adalah bermain dengan
jepitan baju. Sediakanlah 7 jepitan baju warna merah dan 7 jepitan baju
warna biru. Lalu susunlah jepit tersebut bergantian seperti merah biru
merah biru merah. Lalu mintalah anak untuk melanjutkan pattern atau
pola yang ada. Jika si anak sudah menguasai, dapat juga dibuat pola 3
warna dan selanjutnya 4 warna. Kita juga dapat menggunakan alat lain
ataupun mainan lain yang dapat digunakan untuk membuat pola.
3. Membuat weather chart
Weather chart merupakan kesenangan anak-anak di rumah. Selain mereka belajar mengenai angka, mereka dapat menggambar keadaan cuaca setiap harinya. Mereka juga belajar hari, bulan, dan tahun. Bunda dapat membuat tabel berukuran 5 x 7 kolom. Lalu mintalah anak menulis tanggal di ujung kiri tabel, lalu menggambar cuaca setiap harinya. Untuk cuacanya, bisa berangin (gambar angin bertiup), hujan (gambar air turun), cerah (gambar matahari), dan berawan (gambar awan).
4. Mengelompokkan benda
Weather chart merupakan kesenangan anak-anak di rumah. Selain mereka belajar mengenai angka, mereka dapat menggambar keadaan cuaca setiap harinya. Mereka juga belajar hari, bulan, dan tahun. Bunda dapat membuat tabel berukuran 5 x 7 kolom. Lalu mintalah anak menulis tanggal di ujung kiri tabel, lalu menggambar cuaca setiap harinya. Untuk cuacanya, bisa berangin (gambar angin bertiup), hujan (gambar air turun), cerah (gambar matahari), dan berawan (gambar awan).
![]() |
| Weather chart |
Sediakan beberapa buku cerita, boneka, mobil, blocks, dan puzzle.
Campurlah semua benda tersebut secara acak.Kemudian mintalah si kecil
untuk memisahkan dan mengelompokkan berdasarkan jenisnya. Jika perlu,
sediakanlah kotak atau area untuk meletakkannya. Jika si anak sudah
terbiasa, maka kegiatan ini berguna sekali untuk membiasakan anak-anak
untuk membereskan mainannya, apalagi bagi anak yang suka 'ngeberantak'.
Selain dengan mainan, bisa juga dengan alat tulis ataupun jenis
buah-buahan.Apapun yang ada di rumah dapat dimanfaatkan :)
5. Merapikan meja makan
Berikanlah kepada anak alat-alat makan yang tidak mudah pecah. Misalkan sendok dan garpu. Katakan pada mereka bahwa kita akan menyiapkan meja makan untuk empat orang. Lalu mintalah anak meletakkan sendok atau garpu sambil menghitung. Bahkan jika bunda mempunyai alat makan warna-warni, bisa juga meminta anak menaruh sendok atau garpu berdasarkan warnanya. Dan kegiatan ini bisa diteruskan untuk membiasakan anak menyiapkan meja makan. Sambil menyelam minum air :)
5. Merapikan meja makan
Berikanlah kepada anak alat-alat makan yang tidak mudah pecah. Misalkan sendok dan garpu. Katakan pada mereka bahwa kita akan menyiapkan meja makan untuk empat orang. Lalu mintalah anak meletakkan sendok atau garpu sambil menghitung. Bahkan jika bunda mempunyai alat makan warna-warni, bisa juga meminta anak menaruh sendok atau garpu berdasarkan warnanya. Dan kegiatan ini bisa diteruskan untuk membiasakan anak menyiapkan meja makan. Sambil menyelam minum air :)
6. Mengelompokkan berdasarkan warna
Siapkanlah blocks yang beraneka warna. Bisa juga dengan menggunakan pompom, tetapi karena waktu itu Lynn B masih kecil dan lagi umurnya memasukkan apa-apa ke mulut, maka saya menggunakan blocks Duplo karena besar. Mintalah anak untuk mengelompokkan berdasarkan warna yang ada.
Siapkanlah blocks yang beraneka warna. Bisa juga dengan menggunakan pompom, tetapi karena waktu itu Lynn B masih kecil dan lagi umurnya memasukkan apa-apa ke mulut, maka saya menggunakan blocks Duplo karena besar. Mintalah anak untuk mengelompokkan berdasarkan warna yang ada.
![]() |
7. Mengelompokkan
benda berdasarkan bentuk geometri
Carilah mainan
anak-anak yang beraneka ragam bentuknya seperti lingkaran, segitiga, bujur
sangkar, persegi panjang (bahkan jika anak sudah mahir mengenali bentuk-bentuk
tersebut, bisa juga diberikan oval dan layang-layang atau diamond). Setelah itu
mintalah anak mengelompokkan berdasarkan bentuknya.
![]() |
| Mengelompokkan bentuk geometri |
8. Menghitung bersama
piring kertas dan jepit
Seperti
kegiatan dalam motorik halus,
Siapkanlah piring kertas, potongan kertas kecil, dan jepitan baju.
Piring kertas ditulisi angka ditengahnya. Lalu tempelkan potongan kertas
kecil di pinggir piring, sesuai dengan angka yang tertulis di piring.
Setelah itu anak diminta menjepitkan jepitan baju pada piring tersebut.
Kalau di rumah biasanya diakhiri dengan anak-anak bermain masak-masakan
menggunakan piring dan jepit baju, tetapi saya minta mereka menyajikan
'makanan' sesuai nomor di piring tersebut.
![]() |
| Jepit Piring |
9. Menyocokkan
kartu
Buatlah 3 macam
kelompok kartu. Kelompok kartu pertama merupakan kartu yang berisi angka
1- 20. Kemudian kelompok kartu kedua merupakan tulisan angka tersebut
dalam alfabet. Kelompok kartu ketiga adalah kartu yang berisi dot dari 1
- 20. Kemudian mintalah anak menyocokkan antara kartu pertama, kartu
kedua, dan atau kartu ketiga. Sesuai dengan mau kita. Selain itu, kita
dapat memilah sesuai kemampuan anak. Misalkan 1 - 5 atau 1 - 10 dulu.
Maka mereka diminta menyocokkan kartu angka 5, tulisan lima, kartu
dengan lima dot. Setelah mereka menguasai, lanjutkan sampai 20. Kartu
angka tapi juga dapat digunakan secara terpisah. Misalkan jika anda
berikan kartu nomor 4, maka mintalah anak memberikan 4 mobil-mobilan.
Intinya sih berkreasi dengan mainan anak saat belajar. Walau bisa jadi
si kecil jadi ingin main, tapi buatlah kesepakatan, seperti setelah mama
baru kamu ya.
![]() |
| Atas: Kartu dot. Bawah: Kartu angka dan tulisan |
10. Rumah dan mainan
Masih menggunakan
kartu yang tadi telah dibuat. Katakanlah kepada si kecil kartu dengan
angka sebagai rumah dari mainan si kecil. Mintalah si kecil menaruh
mainan di kartu tersebut sambil menyebutkan angkanya. Secara tidak
langsung di kecil bermain mengetahui mengenai urutan dalam angka dan
posisinya. Kalau anda punya mobil-mobilan, anda dapat mengatakan bahwa
mobil a mau parkir di garasi nomor 1, mobil b mau parkir di garasi nomor 2, dan seterusnya. Kalau tidak punya mobil-mobilan, anda dapat menggunakan alat peraga lainnya.
11.Ice cream number
Saya membuat ice
cream dari kain flanel saat saya ingin menjelaskan tentang urutan, siapa
yang lebih besar, dan siapa yang lebih kecil, angka mana sebelum angka x dan angka mana yang sesudah angka x (tetangga
before-after). Ceritanya biar lebih menarik, jadi saya pakai tema ice
cream. Biasanya saya letakkan secara acak dan saya minta anak-anak untuk
mengurutkannya. Setelah itu baru saya tanya manakah ice cream sebelum
ice cream dengan 5 scoop. Setelah bermain tetangga-tetanggaan dengan
ice cream, bahkan kadang kayak jualan ice cream, barulah saya pilih 3
macam ice cream. Setelah itu mintalah si kecil untuk memilih yang paling
sedikit scoop-nya. Kemudian yang paling banyak. Setelah itu baru
membandingkan (comparison). Tujuannya adalah agar anak punya gambaran saat berkata ini lebih banyak, ini lebih sedikit.
![]() |
| Ice cream number |
12. Mengurutkan tutup
botol
Masih dengan tujuan
seperti pada ice cream number, maka permainan ini bertujuan untuk
membuat anak dapat mengetahui urutan, siapa yang lebih besar dan siapa
yang lebih kecil. Kalau dengan ice cream ada bantuan jumlah scoop ice
cream untuk membantu si anak membayangkannya, kalau dengan tutup botol
diharapkan anak dapat berpikir dengan cepat. Berilah nomor di atas tutup
botol. Kemudian lakukanlah aktivitas seperti di atas. Oya, saran saya
permainan dengan tutup botol dilakukan setelah anak mengenal ice cream
number.
![]() |
Kiri atas: memilih mana yang lebih kecil dari tiap kelompok.
Kanan atas: mengurutkan angka.
Kiri bawah: tetangga nomer 8 adalah 7 dan 9.
Kanan bawah: hide and seek number
|
13. Hide and Seek with number
Urutkanlah angka, lalu kosongkan
satu atau dua bagian dari angka tersebut. Mintalah kepada si kecil untuk
menaruh kartu angka yang tepat. Misal 1, 2, (kosong), 4, 5, (kosong),
7. Berikan kepada anak kartu 3, 6, 8, 9. Lalu minta si kecil untuk
mengisi yang kosong.
14. Bermain kereta angka
Permainan ini saya lakukan saat
saya mengajar adik mengenai angka 1 sampai seratus. Yang kecil ini
modelnya butuh alat peraga dan lumayan tidak bisa diam, jadi mamanya
putar otak, dan tiba-tiba tercetuslah membuat angka dari 21 sampai 100
(karena yang 1 - 20 sudah dibuat diawal). Lalu dilaminating dan dipotong
satu persatu. Setelah itu saya berikan secara bertahap (20 kartu
kecil). Katakanlah ini gerbong kereta dengan nomornya. Kemudian saya
berikan satu persatu sambil saya minta dia menyebutkan namanya kemudian
mengurutkannya. Lalu dia bilang this is my number train, choo choo.
Sejak saat itu dia jadi terbiasa membaca tulisan di bawah angka dan
jadi lebih cepat mengenali angka.Ternyata cara ini berhasil bagi dia.
Hehehe
![]() |
15. Bermain ular tangga
Tanpa disadari, permainan kuno satu ini berguna untuk melatih anak
mengenal angka dan berhitung. Saya membuat dadu khusus, dadu yang
besar, dan si papa mencari ular tangga yang simple untuk digunakan.
Awalnya si kecil akan menghitung jumlah dot pada dadu sebelum berjalan.
Lama kelamaan si kecil akan langsung menyebut angka saat melihat dot
pada dadu.
![]() |
| Ular tangga dengan dadu besar |
16. Berhitung sambil melompat
Aktivitas ini sangat cocok untuk anak yang tidak bisa diam ataupun membuat olahrag lebih fun.
Letakkanlah matras dengan angka. Jika tidak ada, maka letakkan kartu
angka di tiap sudut tegel lantai. Mintalah anak berdiri di angka 1.
Kemudian mintalah dia melompat sebanyak 3 kali ke depan sambil
berhitung. Maka si anak akan berhenti di angka 4. Atau mintalah anak
mundur 2 langkah dan sebagainya. Setelah itu aktivitas ini bisa juga
dilakukan untuk mengajarkan anak menghitung dua-dua (count by two).
17. Menggunakan bentuk geometri untuk membuat
suatu gambar
Saya membeli suatu permainan yang
berguna untuk melatih kemampuan anak berpikir. Berikanlah gambar dan
mintalah anak untuk berpikir menutupi gambar tersebut dengan bentuk
geometri yang tersedia. Sesuaikan tingkat kesulitan dengan kemampuan
anak.
![]() |
| Membuat bentuk dengan bangun geometri |
18. Membentuk bangun
geometri dengan geoboard.
Gunakanlah karet dan papan yang ada timbulannya. Saya sempat menggunakan
papan untuk buat loomband. kemudian letakkan karet dan mintalah anak
menebak bentuk apakah ini. Beritahu juga ciri dari bentuk tersebut,
seperti berapa banyak sisinya, berapa titik sudutnya.
![]() |
| Kiri: geoboard, kanan: pakai papan loom band |
19. Bermain kasir-kasiran
Susunlah beberapa mainan dan buatlah
beberapa potong kertas sebagai uang-uangannya (setiap potong benilai
1). Kemudian ajaklah anak bermain kasir-kasiran. Misal kamera seharga 5,
pensil seharga 3, rubber ducky seharga 4, mobil-mobilan seharga 7.
Biarkan anak menjadi kasir. Kemudian saat kita membeli, kita memberikan
kertas uang-uangan yang sudah kita buat sejumlah harga barang yang kita
berikan sambil kita menghitung tiap lembar yang kita berikan. Lalu
berganti peranlah dengan si anak dan minta dia melakukan hal yang sama.
![]() |
| Contoh uang-uangan dari kertas karton |
20. Mengukur dengan blocks, mengukur tinggi badan
Kegiatan ini saya dapatkan dari
menonton Blue's Clues. Letakkanlah benda yang mau kita ukur. Lalu
mintalah anak untuk meletakkan blocks, sepanjang benda tersebut, untuk
mengukurnya. Setelah itu, minta anak untuk menghitung blocks tersebut.
Sesudah itu katakan kepada si anak bahwa panjang benda tersebut 4
blocks. Dari kegiatan ini, si kecil belajar mengukur dengan menggunakan
object. Setelah itu, jika anda mempunyai meteran yang ditempel di
dinding, anda bisa mengukur tinggi anak anda dan menunjukkan angkanya.
![]() |
| Kiri:sticker tembok pengukur tinggi badan untuk anak-anak. Kanan: mengukur panjang tempat pensil warna dengan lego Duplo |
Sumber : https://allaboutlynns.blogspot.co.id














0 komentar: