Resume : Metode Grafik & Eliminasi Gaus

Resume
Metode Grafik dan Eliminasi Gaus


oleh :

Jumadir
11.16.12.0033

Jurusan Tarbiyah Prodi Matematika
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Palopo
2012/2013


A. METODE GRAFIK
1. Pengertian Metode grafik
Metode grafik hanya bisa digunakan untuk menyelesaikan permasalahan dimana hanya terdapat dua variabel keputusan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, langkah pertama yang harus dilakukan adalah memformulasikan permasalahan yang ada ke dalam bentuk Linear Programming (LP). Langkah-langkah dalam formulasi permasalahan adalah :
1.    pahamilah secara menyeluruh permasalahan manajerial yang dihadapi
2.    identifikasikan tujuan dan kendalanya
3.    definisikan variabel keputusannya
Metode grafik adalah satu cara yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah optimalisasi dalam programasi linier. Keterbatasan metode ini adalah variabel yang bisa digunakan terbatas (hanya dua), penggunaan 3 variabel akan sangat sulit dilakukan.
Dua macam fungsi Program Linear:
Ø Fungsi tujuan : mengarahkan analisa untuk mendeteksi tujuan perumusan masalah
Ø Fungsi kendala : untuk mengetahui sumber daya yang tersedia dan permintaan atas sumber daya tersebut.

2. Masalah Maksimasi
Maksimasi dapat berupa memaksimalkan keuntungan atau hasil.
Contoh:
PT LAQUNATEKSTIL memiliki sebuah pabrik yang akan memproduksi 2 jenis produk, yaitu kain sutera dan kain wol. Untuk memproduksi kedua produk diperlukan bahan baku benang sutera, bahan baku benang wol dan tenaga kerja. Maksimum penyediaan benang sutera adalah 60 kg per hari, benang wol 30 kg per hari dan tenaga kerja 40 jam per hari. Kebutuhan setiap unit produk akan bahan baku dan jam tenaga kerja dapat dilihat dalam tabel berikut:
Jenis Bahan Baku dan Tenaga Kerja
Kg Bahan Baku & Jam Tenaga Kerja
Maksimum Penyediaan
Kain Sutra
Kain Wol
Benang Sutra
2
3
60 kg
Benang Wol
-
2
30 kg
Tenaga Kerja
2
1
40 kg
 Langkah-langkah:
1) Tentukan variable
X1=kain sutera
X2=kain wol
2) Fungsi tujuan
Zmax= 40X1 + 30X2
3) Fungsi kendala / batasan
Ø 2X1 + 3X2 = 60 (benang sutera)
Ø 2X2 = 30 (benang wol)
Ø 2X1 + X2 = 40 (tenaga kerja)
4) Membuat grafik
Ø 2X1 + 3 X 2=60
X1=0, X2 =60/3 = 20
X2=0, X1= 60/2 = 30
Ø 2X2 = 30
X2=15
Ø 2X1 + X2 40
X1=0, X2 = 40
X2=0, X1= 40/2 = 20
Cara mendapatkan solusi optimal:
1. Dengan mencari nilai Z setiap titik ekstrim.
Titik A
X1=0, X2=0
masukkan nilai X1 dan X2 ke Z
Z = 40 . 0 + 30 . 0 = 0
Titik B
X1=20, X2=0
masukkan nilai X1 dan X2 ke Z
Z = 40 . 20 + 30 . 0 = 800
Titik C
Mencari titik potong (1) dan (3)
2X1 + 3X2 = 60
2X1 + X2 = 40
2X2=20  X2=10
Masukkan X2 ke kendala (1)
2X1 + 3X2 = 60
2X1 + 3 . 10 = 60
2X1 + 30 = 60
2X1 = 30  X1 = 15
masukkan nilai X1 dan X2 ke Z
Z = 40X1 + 30X2 = 40 . 15 + 30 . 10 = 600 + 300 = 900 (optimal)
Titik D
2X2 = 30
X2 = 15
masukkan X2 ke kendala (1)
2X1 + 3 . 15 = 60
2X1 + 45 = 60
2X1 = 15  X1 = 7,5
masukkan nilai X1 dan X2 ke Z
Z = 40 . 7,5 + 30 . 15 = 300 + 450 = 750
Titik E
X2 = 15
X1 = 0
masukkan nilai X1 dan X2 ke Z
Z = 40 . 0 + 30 .15 = 45
Kesimpulan :
untuk memperoleh keuntungan optimal, maka X1 = 15 dan X2 = 10 dengan keuntungan sebesar Rp 900 juta.
2. Dengan cara menggeser garis fungsi tujuan.
Solusi optimal akan tercapai pada saat garis fungsi tujuan menyinggung daerah feasible (daerah yang diliputi oleh semua kendala) yang terjauh dari titik origin. Pada gambar, solusi optimal tercapai pada titik C yaitu persilangan garis kendala (1) dan (3).
Titik C
Mencari titik potong (1) dan (3)
2X1 + 3X2 = 60
2X1 + X2 = 40
2X2=20
X2=10
Masukkan X2 ke kendala (1)
2X1 + 3X2 = 60
2X1 + 3 . 10 = 60
2X1 + 30 = 60
2X1 = 30  X1 = 15
masukkan nilai X1 dan X2 ke Z
40X1 + 30X2 = 40 . 15 + 30 . 10 = 600 + 300 = 900
3. Masalah Minimasi
Minimisasi dapat berupa meminimumkan biaya produksi. Solusi optimal tercapai pada saat garis fungsi tujuan menyinggung daerah fasible yang terdekat dengan titik origin.
Contoh:
Perusahaan makanan ROYAL merencanakan untuk membuat dua jenis makanan yaitu Royal Bee dan Royal Jelly. Kedua jenis makanan tersebut mengandung vitamin dan protein. Royal Bee paling sedikit diproduksi 2 unit dan Royal Jelly paling sedikit diproduksi 1 unit. Tabel berikut menunjukkan jumlah vitamin dan protein dalam setiap jenis makanan:
Jenis Makanan
Vitamin (unit)
Protein (unit)
Biaya per unit (ribu rupiah)
Royal Bee
2
2
100
Royal Jelly
1
3
80
Minimum Kebutuhan
8
12
-
Bagaimana menentukan kombinasi kedua jenis makanan agar meminimumkan biaya produksi.
Langkah - langkah:
1. Tentukan variable
X1 = Royal Bee
X2 = Royal Jelly
2. Fungsi tujuan
Zmin = 100X1 + 80X2
3. Fungsi kendala
Ø 2X1 + X2 = 8 (vitamin)
Ø 2X1 + 3X2 = 12 (protein)
Ø X1 = 2
Ø X2 = 1
4. Membuat grafik
Ø 2X1 + X2 = 8
X1 = 0, X2 = 8
X2 = 0, X1 = 4
Ø 2X1 + 3X2 = 12
X1 = 0, X2 = 4
X2 = 0, X1 = 6
Ø X1 = 2
Ø X2 = 1
Solusi optimal tercapai pada titik B (terdekat dengan titik origin), yaitu persilangan garis kendala (1) dan (2).
2X1 + X2 = 8
2X1 + 3X2 = 12
-2X2 = -4  X2 = 2
masukkan X2 ke kendala (1)
2X1 + X2 = 8
2X1 + 2 = 8
2 X1 = 6  X1 = 3
masukkan nilai X1 dan X2 ke Z
Z min = 100X1 + 80X2 = 100 . 3 + 80 . 2 = 300 + 160 = 460
Kesimpulan  :
Untuk meminimumkan biaya produksi, maka X1 = 3 dan X2 = 2 dengan biaya produksi 460 ribu rupiah.


B. ELIMINASI GAUSS
1. Pengertian Eliminasi Gauss
Eliminasi Gauss adalah suatu cara mengoperasikan nilai-nilai di dalam matriks sehingga menjadi matriks yang lebih sederhana. Metode Eliminasi Gauss adalah salah satu cara yang paling awal dan banyak digunakan dalam penyelesaian sistem persamaan linier. Cara ini ditemukan oleh Carl Friedrich Gauss. Prosedur penyelesaian dari metode ini adalah dengan melakukan operasi baris sehingga matriks tersebut menjadi matriks yang Eselon-baris. Ini dapat digunakan sebagai salah satu metode penyelesaian persamaan linear dengan menggunakan matriks. Caranya dengan mengubah persamaan linear tersebut ke dalam matriks teraugmentasi dan mengoperasikannya. Setelah menjadi matriks Eselon-baris, lakukan substitusi balik untuk mendapatkan nilai dari variabel-variabel tersebut.
Secara umum, sistem persamaan linier adalah sebagai berikut:
a11x+ a12x+ ... + a1nxn = b1
a21x+ a22x+ ... + a2nxn = b2
  :       :            :               = :
an1x+ an2x+ ... + annxn = bn
         Dalam mencari solusi suatu sistem persamaan linear dengan metode eliminasi gauss, bentuk operasi matrik di atas dimanipulasi menjadi matrik augment, yaitu suatu matrik yang berukuran n x (n+1). Selanjutnya adalah proses triangularisasi dan substitusi-mundur dalam operasi matrik terhadap sistem persamaan linear sebagai contoh yang terdiri dari empat persamaan matematika yang sudah diubah kedalam bentuk matrik. Lalu kita dapat membuat matrik augment, kemudian kita lakukan operasi triangularisai terhadap matrik augment, dimulai dari kolom pertama, lalu dilanjutkan ke kolom berikutnya. Sebelum dilanjutkan ke substitusi mundur, perhatikan posisi masing-masing elemen matrik augment berikut:
2. Ciri-ciri Eliminasi Gauss
Ciri-ciri dari Metode Eliminasi gauss, yaitu :
Ø Jika suatu baris tidak semua nol, maka bilangan pertama yang tidak nol adalah 1 (1 utama)
Ø Baris nol terletak paling bawah 
Ø 1 utama baris berikutnya berada dikanan 1 utama baris diatasnya
Ø Dibawah 1 utama harus nol
Contoh
Berikut contoh penyelesaian persamaan linear
Diketahui persamaan linear sebagai berikut:
x + 2y + z = 6
x + 3y + 2z = 9
2x + y + 2z = 12
Tentukan nilai x, y dan z!
Jawab :
Ubah persamaan linear ke dalam bentuk matriks, operasikan matriks tersebut seperti berikut: 
b1 x 1 untuk merubah a11 menjadi 1
b2 – b1 untuk merubah a21 menjadi 0
b3 – 2b1 untuk merubah a31 menjadi 0
b3 + 3 b2 untuk merubah a32 menjadi 0
b3 x ½ untuk merubah a33  menjadi 1 ( matriks menjadi Eselon- baris)
Sehingga didapat 3 persamaan linear baru yaitu :
        x + 2y + z = 6
                y + z = 3
                      z = 3   
kemudian lakukan substitusi balik maka didapatkan
                y + z = 3
                y + 3 = 3
                      y = 0

        x+ 2y + z = 6
         x + 0 + 3 = 6
                      x = 3
jadi, nilai x = 3 , y = 0  dan z = 3
3. Algoritma Eliminasi Gauss
Secara umum,sistem persamaan linear adalah sebagai berikut:
a11x+ a12x+ ... + a1nxn = b1
a21x+ a22x+ ... + a2nxn = b2
:                :        :         :  =   :
an1x+ an2x+ ... + annxn = bn

Algoritma dasar metode eliminasi gauss adalah sebagai berikut:
a)    Ubahlah sistem persamaan linear tersebut menjadi matrik augment, yaitu suatu matrik yang berukuran x (+ 1). Jelas terlihat bahwa elemen-elemen yang menempati kolom terakhir matrik augment adalah nilai dari bi; yaitu ai,n+1 = bidimana = 12, ..., n.
b)   Periksalah elemen-elemen pivot. Apakah ada yang bernilai nol? Elemen-elemen pivot adalah elemen-elemen yang menempati diagonal suatu matrik, yaitu a11a22,..., ann atau disingkat aii. Jika aii _= 0, bisa dilanjutkan ke langkah no.3. Namun, jika ada elemen diagonal yang bernilai nol, aii = 0, maka baris dimana elemen itu berada harus ditukar posisinya dengan baris yang ada dibawahnya, (Pi↔ (Pj) dimana + 1, i + 2, ..., n, sampai elemen diagonal matrik menjadi tidak nol, aii  ≠ 0.
c)    Proses triangularisasi. 
d)   Hitunglah nilai xn   
e)    Lakukanlah proses substitusi mundur untuk memperoleh xn-1 , xn-2 , ....,x2 , x
Demikianlah algoritma dasar metode eliminasi gauss. Selanjutnya algoritma dasar tersebut di rinci lagi sebelum dapat diterjemahkan kedalam bahasa pemrograman komputer.
C. CONTOH SOAL
Permasalahan 1
Seorang pembuat boneka ingin membuat dua macam boneka yaitu Boneka A dan Boneka B. kedua Boneka tersebut dibuat dengan menggunakan dua macam bahan yaitu ptongan kain dan kancing. Boneka A membutuhkan 10 potongan kain dan 6 kancing, sedangkan boneka B membutuhkan 8 potongan kain dan 8 kancing. Permasalahannya adalah berapa buah boneka A dan B yang dapat dibuat dari delapan potongan kain dan 62 kancing?
Permasalahan 2
Perhatikan potongan peta yang sudah di perbesar (zoom) sebagai berikut :
Sebagai contoh perhatikan permasalahan berikut :
Perhatikan bahwa pada ke-4 titik tersebut dihubungkan dengan garis lurus, sehingga tampak kasar. Untuk menghaluskan dilakukan pendekatan garis dengan kurva yang dibentuk dengan fungsi pendekatan polynomial. Dari fungsi polynomial yang dihasilkan kurva dapat digambarkan dengan lebih halus.





DAFTAR PUSTAKA

Chapra, Steven dkk. 1996. Metode Numerik . Jakarta: Erlangga
Munir, Rinaldi. 2003. Metode Numerik. Bandung: Informatika
Salusu, A. 2008. Metode Numerik. Yogyakarta: Graha Ilmu





0 komentar: