MODEL
PEMBELAJARAN MATEMATIKA
A.
PENGERTIAN MODEL
PEMBELAJARAN
Model pembelajaran adalah suatu bentuk
kegiatan pembelajaran yang mempunyai empat ciri khusus yaitu:
1. Rasional teoritik yang logis yang
disusun oleh penciptanya
2. Tujuan yang akan dicapai
3. Tingkah laku mengajar yang diperlukan
agar model tersebut dapat dilaksanakan sehingga berhasil
4. Lingkungan belajar yang diperlukan agar
tujuan pembelajaran dapat tercapai.
B. MODEL
PEMBELAJARAN MATEMATIKA
1)
Model
Pembelajaran Langsung
Pembelajaran
langsung dirancang secara khusus untuk menunjang proses belajar siswa berkenaan
dengan pengetahuan prosedural dan
pengetahuan deklaratif yang terstruktur dengan baik dan dapat dipelajari
selangkah-demi selangkah.
Ciri-ciri Pembelajaran Langsung :
v Adanya tujuan pembelajaran dan prosedur
penilaian hasil belajar
v Sintaks atau pola keseluruhan dan alur
kegiatan pembelajaran
v Sistem pengelolaan dan lingkungan belajar
yang mendukung berlangsung dan berhasilnya pengajaran.
Langkah-Langkah
Pembelajaran Langsung :
Fase
|
Indikator
|
Peran guru
|
1.
|
Menyampaikan
tujuan dan mempersiapkan siswa
|
Menjelaskan
tujuan, materi prasyarat, memotivasi siswa, dan mempersiapkan siswa.
|
2.
|
Mendemostrasikan
pengetahuan dan
Keterampilan.
|
Medemonstrasikan
keterampilan atau menyajikan
informasi
tahap demi tahap.
|
3.
|
Mengecek
pemahaman dan memberikan umpan balik
|
Mengecek
kemampuan siswa dan memberi umpan balik.
|
4.
|
Memberikan
latihan dan penerapan konsep.
|
Mempersiapkan
latihan untuk siswa dengan menerapkan konsep yang dipelajari pada kehidupan
sehari-hari.
|
2) Model Pembelajaran Berdasarkan Masalah
Ciri utama pembelajaran berdasarkan masalah
meliputi suatu pengajuan pertanyaan atau masalah, memusatkan pada keterkaitan
antar disiplin, penyelidikan autentik, kerjasama dan menghasilkan karya dan
peragaan.
Tujuan Pembelajaran :
v Membantu siswa mengembangkan
keterampilan berfikir dan keterampilan pemecahan masalah.
v Belajar peranan orang yang autotntik
v Menjadi pembelajar yang mandiri.
Langkah-Langkah Pembelajaran Berdasarkan Masalah :
Fase
|
Indikator
|
Peran guru
|
1.
|
Orientasi
siswa kepada masalah
|
Guru
menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan logistik yang dibutuhkan,
memotivasi siswa terlibat pada aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
|
2.
|
Mengorganisasikan
siswa untuk belajar.
|
Guru
membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang
berhubungan dengan masalah tersebut.
|
3.
|
Membimbing
penyelidikan individual maupun kelompok.
|
Guru
mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, melaksanakan
eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
|
4.
|
Mengembangkan dan menyajikan
hasil karya.
|
Guru
membantu siswa dalam merencana-kan dan menyiapkan karya yang sesuai seperti
laporan, vidoe, dan model dan membantu mereka untuk
berbagi
tugas dengan teman.
|
5.
|
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
|
Guru
membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap penyelidikan
mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
|
Pelaksanaan Pembelajaran
Berdasarkan Masalah :
v Tugas-tugas perencanaan (perencanaan
tujuan, rancangan situasi masalah,
organisasi sumber)
v Tugas interaktif (orientasi siswa pada
masalah, mengorgani siswa belajar, membantu penyelidikan, analisis proses
pemecahan masalah.
v Lingkungan belajar dan tugas-tugas.
v Manegemen dan Asesmen.
3)
Model
Pembelajaran Kooperatif
Pembelajaran
kooperatif merupakan model pembelajaran yang menekankan adanya kerjasama antar
siswa dalam kelompoknya untuk tujuan belajar.
Ciri-Ciri Pembelajaran
Kooperatif :
v Siswa bekerja dalam kelompok secara
kooperatif
v Kelompok dibentuk dengan anggota dibuat
sehetrogen mungkin (kemampuan akademis,ras, budaya, suku, jenis kelamin)
v
Penghargaan
lebih berorientasi pada kelompok daripada individu.
Tujuan Pembelajaran Kooperatif :
Langkah-Langkah
Pembelajaran Kooperatif :
Fase
|
Indikator
|
Peran guru
|
1.
|
Menyampaikan
tujuan
dan
memotivasi siswa
|
Guru
menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran
tersebut dan memotivasi siswa.
|
2.
|
Menyajikan
informasi
|
Guru
menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan
bacaan.
|
3.
|
Mengorganisasikan
siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar.
|
Guru
menjelaskan kepada siswa bagaimana caranya membentuk kelompk belajar dan
membantu setiap kelompok agar melakukan
transisi
efisien.
|
4.
|
Membimbing
kelompok
bekerja
dan belajar.
|
Guru
membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mengerjakan tugas.
|
5.
|
Evaluasi
|
Guru
mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah dipelajari atau
masing-masing kelompok mempresentasikan hasil
kerjanya.
|
6.
|
Memberikan
penghargaan
|
Guru
mencari cara untuk menghargai upaya atau hasil belajar siswa baik individu
maupun kelompok.
|
Tipe
Pembelajaran Kooperatif :
a. STAD
b. NHT (Kagan, 1993)
c. Jigsaw
d. Group Investigasi
e. Think Pair Share
f. Think pair square
g. Inner Circle Out Circle
h. Snowball Throwing
Penejelasan :
a.
STAD ( Student Teams Achievement Division )
·
Membentuk
kelompok beranggotakan 4-5 orang secara heterogen.
·
Guru
menyampaikan materi umum
·
Guru
memberi tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota-anggota kelompok.
·
Presentasi
Kelas
·
Guru
memberi kuis pada seluruh siswa
·
Memberi
refleksi.
b. Numbered Head Together (NHT)
(Kagan, 1993)
·
Siswa
dikelompokkan dalam kelompok kecil (3-5), tiap siswa diberi nomor diri.
·
Guru
memberi tugas kelompok, siswa berdiskusi membahas dan mengerjakan tugas
kelompok sementara guru berkeliling untuk menilai.
·
Diskusi
kelas, guru memanggil nomor diri siswa dalam kelompok untuk membahas tugas,
tiap jawaban siswa diberi skor sebagai skor kelompok dan individu.
·
Di
akhir kegiatan guru memberi reinforsmen pada konsep-konsep yang ditemukan siswa
sebagai kesimpulan dan guru mengumumkan kelompok terbaik pada kegiatan itu.
c. Jigsaw
·
Siswa
dikelompokkan menjadi kelompok kecil (5-6) sebagai kelompok asal.
·
Setiap
anggota di kelompok asal diberi tugas yang berbeda.
·
Anggota
kelompok pergi bergabung dengan anggota kelompok lain membentuk kelompok ahli
untuk memecahkan masalah yang sama.
·
Kelompok
ahli membubarkan diri setelah mendapat pemecahan masalah.
·
Siswa
bergabung kembali dalam kelompok asal untuk saling menukar jawaban dan
menjelaskan/mengkomunikasikan semua temuannya di kelompok ahli.
·
Kuis
terhadap pemecahan masalah dapat diperoleh secara individu, melalui peningkatan
skor individu dan dijumlahkan padakelompoknya serta diberi penghargaan untuk
kelompok terbaik.
·
Penghargaan
kelompok.
d. Think-Pair-Share
·
Guru
memberi masalah
·
Siswa
berpikir untuk memecahkan masalah secara individu
·
Siswa
berdiskusi secara berpasangan
·
Siswa
mempresentasikan hasil
·
Guru
membahas masalah dengan cara menampung berbagai pendapat siswa sampai menemukan
penyelesaian masalah sebagai suatu kesimpulan.
e. Think-Pair-Square
·
Guru
memberi masalah
·
Siswa
berpikir untuk memecahkan masalah secara individu
·
Siswa
berdiskusi dalam kelompok (4 orang)
·
Siswa mempresentasikan hasil
·
Guru
membahas masalah dengan cara menampung berbagai pendapat siswa sampai menemukan
penyelesaian masalah sebagai suatu kesimpulan.
f. Grup Investigation (GI)
(Sharan, 1992)
·
Siswa
dikelompokkan menjadi kelompok kecil (1-4)
·
Guru
memberi masalah yang menantang pada tiap kelompok
·
Tiap
kelompok menyelidiki berbagai aspek dari masalah dan merencanakan apa yang akan
diselidiki dan bagaimana menyelidikinya.
·
Tiap
kelompok melaksanakan rencananya dan menampilkan hasil kerjanya
·
Guru
dan siswa dari kelompok lain dan anggota kelompok yang tampil melakukan
evaluasi dan tanggapan pada presentase dari hasil penyelidikannya.
g. Inner Circle Out Circle
· Siswa dalam satu kelas terbagi menjadi 2
kelompok besar
· Tiap kelompok berembuk untuk membuat
pertanyaan dan kunci jawaban serta bobot penilaian
· Satu kelompok melingkar kecil dengan
menghadap keluar dan bertugas memberi pertanyaan serta memberi skor pada
jawaban kelompok lain (separuh kelas lainnya) sebagai pasangannya yang berada
di lingkaran luar sambil menghadap ke dalam
· Tiap anggota kelompok akan mendapat
pertanyaan dari tiap anggota kelompok pasangannya.
· Kemudian siswa di lingkaran kecil diam
di tempat sementara siswa yang berada di lingkaran besar bergeser satu atau dua
langkah searah jarum jam.
· Sekarang giliran siswa berada di
lingkaran besar yang membagi informasi/pertanyaan.
· Tiap kelompok menjumlahkan skor untuk
tiap anggota kelompok pasangannya.
· Yang bertugas untuk memberi pertanyaan dan
menjawab dilakukan secara bergantian.
h. Snowball Throwing
·
Guru
menyampaian materi yang akan disajikan
·
Guru
membentuk kelompok-kelmpok dan memanggil masingmasing ketua kelompok untuk
memberikan penjelasan tentang materi.
·
Masing-masing ketua kembali ke kelompoknya
masing-masing kemudian menjelaskan materi yang disampaikan oleh guru kepada
temannya.
·
Kemudian
masing-masing siswa diberi satu lembar kertas kerja, untuk menuliskan satu
pertanyaan apa saja menyangkut.
·
materi
yang sudah dijelaskan oleh ketua kelompok.
·
Kemudian
kertas yang berisi pertanyaan tersebut dibuat seperti bola dan dilempar dari
satu siswa ke siswa lain.
·
Setelah siswa dapat satu bola/satu pertanyaan
diberikan kesempatan kepada siswa untuk menjawab pertanyaan yang tertulis dalam
kertas berbentuk bola tersebut secara bergantian.
0 komentar: